Sebanyak tiga hotel berbintang mulai dibangun di sekitar Kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulon Progo. Sebanyak dua hotel sudah mengantre perizinan, sedangkan satu hotel milik Angkasa Pura I sudah beroperasi.
Total enam hotel yang ada di Kawasan YIA itu bernilai investasi hingga Rp 2,5 triliun. “Nominal ini kami dapat berdasarkan data yang diintput pihak investor perhotelan melalui Online Single Submission (OSS),” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulon Progo, Dheny Setyawati, Senin (3/8).
Kehadiran hotel berbintang di Kulon Progo juga meningkatkan capaian rencana investasi kabupaten. Kepala DPMPT Kulon Progo, Agung Kurniawan menambahkan tiga hotel berbintang yang sedang dibangun bakal beroperasi tahun depan.
“Ya saat ini sudah ada tiga hotel berbintang yang memulai pembangunan di sekitar bandara [YIA], dan menurut informasi dari investor, proses pembangunan ini memakan waktu 1,5 tahun, artinya pada tahun depan hotel sudah jadi dan siap beroperasi,” kata Agung Kurniawan.
Agung enggan menyebut nama ketiga hotel itu. Namun ia pastikan, ketiganya merupakan hotel bintang tiga dan empat itu telah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga sudah diizinkan memulai pembangunan.
Adapun lokasi ketiga hotel ini berada tak jauh dari YIA dan masih masuk pengembangan Kawasan Aerocity.
Selain tiga hotel itu Agung menyebut dua hotel lagi yang akan berdiri di sekitar bandara. Namun, dua hotel yang juga sama-sama masuk kategori bintang tiga dan empat ini belum memulai pembangunan karena pemrakarsa masih mengurus dokumen lingkungan untuk kemudian mendapat IMB.
Ada juga hotel berbintang milik Angkasa Pura I yang kini sudah beroperasi. Sehingga totalnya untuk saat ini sudah ada enam investor perhotelan, satu di dalam bandara dan sisanya di luar bandara tapi masih masuk Kawasan pengembangan aerotropolis, yakni di Kapanewon Temon dan Sebagian Pengasih.
Agung juga mengaku sudah ada beberapa investor lagi yang minat membangun hotel di Kulon Progo. “Sekarang baru taraf studi kelayakan,” katanya.
Dia mengatakan Pemkab menyambut baik kehadiran hotel di Kulon Progo. Menurunnya kehadiran hotel, apalagi di sekitarr bandara sangat ditunggu masyarakat pengguna layanan penerbangan. “Jadi maskapai memerlukan hotel untuk para kru pesawat. Kemudian wisatawan dan para pelaku bisnis yang menggunakan jasa penerbangan,” ujarnya.
Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan kehadiran hotel berbintang di Kulon Progo sudah sangat mendesak mengingat YIA telah beroperasi. Penggunaan jasa penerbangan, lanjutnya, membutuhkan akomodasi hotel terdekat.
Angkasa Pura I dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY menyambut baik dengan adanya pembangunan hotel di sekitaran YIA. Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA PT. Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, pembangunan hotel itu sebagai pendukung beroperasinya bandara.”Menyambut baik, terutama hotel bintang. Kebutuhan ini juga tidak hanya untuk wisatawan, tetapi untuk kru yang jumlahnya banyak,” kata Pandu.
Pandu mengunkapkan di Kawasan sekitar bandara terdapat lahan sekitar 89 hektare untuk mendukung aerocity. Nantinya, selain hotel ada gedung pertemuan, tempat pelayanan kargo, taman, rumah sakit, dan mal akan dibangun.
Pandu tetap optimistis pembangunan Aerocity tetap dimulai pada 2021 kendati pandemi Covid-19 belum tahu kapan bakal berakhir. “Kami tetap focus memulai [2021], jadi memang harus dimulai, pandemic harus optimistis. Pembangunan harus jalan, kalua tidak dimulai kapan,” ujar Pandu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengaku telah mendengar adanya kabar mulai ada pembangunan hotel di sekitar YIA. “Pada dasarnya kami menyambut baik, nantinya kan juga ada kerja sama dengan hotel yang ada di kota [Jogja],” ujar Deddy