Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Ir. RM. Astungkoro, M.Hum dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan SDM, Bambang Sutrisno, S.Sos, M.Si mengharapkan setiap unit pelayanan publik agar melakukan evaluasi terhadap layanan dan mengukur kepuasan masyarakat sebagai pengguna.
Bambang Sutrisno mengharapkan "Setiap unit pelayanan harus kreatif dan selalu menciptakan inovasi. Terhadap pelayanan yang nilainya bagus mohon untuk dipertahankan, sedangkan unsur yang nilainya kurang agar dilakukan perbaikan guna lebih meningkatkannya." Harapan tersebut disampaikan dalam acara "Ekspose Hasil Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) 2019 Unit Pelayanan Publik di Kulon Progo" di Ruang Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (11/12).
Kepala Bagian Organisasi Setda Kulon Progo, Sarji, SIP, M.Si menyampaikan laporan, SKM meliputi 41 unit pelayanan publik, dan dilakukan pada bulan Juli - September 2019. "Kami mengerahkan 14 surveyor independen non ASN dan mengambil sampel masing-masing unit pelayanan publik sebanyak 150 orang warga masyarakat penerima layanan publik," kata Sarji.
Sarji menambahkan, ada 9 indikator utama yang dinilai ditambah 3 indikator lainnya, seperti keramahan, sarana prasarana, pengaduan, kenyamanan, durasi layanan, transparansi dan sebagainya. Proses SKM diawali survey lapangan, olah data, penyajian, evaluasi dan laporan.
Nilai SKM Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo mengalami kenaikan, yaitu 79,146 (2018) menjadi 81,451 (2019). Kepala DPMPT Kulon Progo, Agung Kurniawan, S.IP, M.Si menyatakan rasa syukur dan bangga atas kenaikan nilai SKM tersebut. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pimpinan dan karyawan DPMPT, serta kepada seluruh masyarakat pengguna layanan. Agung Kurniawan mengharapkan, kualitas pelayanan publik terus dijaga dan ditingkatkan, selalu bekerja dengan keras, cerdas dan ihklas.